Sunday, June 2, 2013

Disini ada yang tau minecraft? kalo ada yang belum tau ya tinggal liat di google (kalo penasaran) karena nih game asik banget bagi yang udah tau tapi belum punya gamenya, bisa download di sini, bisa online juga loh! bagi yang inging, tinggal klik ini -----> Download
PERHATIAN! BACA INI DULU!
agan harus download torrent dulu ane saranin uTorrent.
 nanti pencet link dibawah, tapi ada tutorial download dulu nanti kalo habis di klik agan pencet Download Now yang ada barisan kedua

(µTorrent Stable (3.3 build 29677))

 yang itu ^^
habis itu, klik Save File


 linknya di kanan ------------------>Download

LOL

Galaxy War part 7




Sementara itu... di planet bumi.....
"*haahhh*hahhh*" suara kecapek-an itu berasal dari seorang petarung remaja yang bernama Sora. "tuan Sora! tidak usah memaksakan diri!" kata salah satu pasukannya. "sudah! tidak apa! yang penting mereka hancur! ayo! serang mereka!!!"kata Sora. "AAAYYYOOOOOOO!!!" kata seluruh pasukan
"Sampai!!!!......Wow" kata Sonia "benar-benar" lanjut Pierre "Hancur" lanjutku. "Baiklah!!! AYOOO!!!!!" kata Pierre dengan semangat "tunggu"kataku "apa? kenapa?"tanya Sonia "mereka terlalu banyak jika kita ketahuan, mereka akan langsung menyerang kita dengan serentak, jadi, kita labih baik diam-diam aku tahu itu akan terlihat seperti seorang penakut tapi, yang satu ini, kita wajar untuk takut ini namanya waspada" jelasku "ahhh benar juga, coba kalau tak ada kamu, aku sudah mati" kata Pierre "sebaiknya kita berpencar" kata Sonia "baiklah, kau betul, aku akan ke sini!"kataku. kitapun berpencar... mereka bertiga berhasil membunuh 49% dari semua musuhnya dan itu memakan waktu 36 jam. "jadi, itu ya... tempat terkuat di planet ini... ternyata hancur juga... sebaiknya aku cek disana" kataku. "hah? siapa ini? kelihatannya.... hmm beberapa jam yang lalu.... sepertinya dia yang terakhir berdiri disini... jadi.... dia si silent killer itu, ya.... aku sudah melihat dia latihan di TV.... sayangnya dia juga mati" kataku "AAAARRRGGGGHHHH!!!! siapa itu?! awas! atau kutebas kau dengan pedangku!!!!" kata Sora "huh?" akupun penasaran "ohhh kau masih hidup! syukurlah... :-)" kataku senang "huh? siapa kau -_-" tanya Sora "ohhh iya aku Isaac dari planet Hexa" kataku memperkenalkan "oh, Hexa, ya...." kata Sora. 'BAM!' suara keras terdengar didekatku & Sora "huh, jadi dua, ya...." kata makhluk yang sangat besar itu "uh?-_- kita beda, aku tidak berduplikat -_-" kataku "oh...." kata makhluk itu "garing banget sih! lagian, kamu mau apa?!" kata Sora "oh, iya lupa. Kalian... bangsa planet kalian... telah menyengsarakan planet kami! pemimpin kalian itu memang keji! akan kubunuh kau!" kata makhluk itu. "Gravity Push!!!" kata Sora Gravity Push adalah jurus gravitasi untuk mendorong musuh. "kau pikir akan segampang itu huh?" kata makhluk itu. Dia pun menebas gravittasinya dengan tangannya yang berbentuk seperti pedang. "itu belum seberapa! Gravity Cage!" kata Sora. Gravity Cage adalah jurus yang membuat semua gravitasi yang didekat musuh mendorong dari segala arah yang bertujuan ke tengah. "AAARRGGGGHHH!!!" akhirnya makhluk itu dikalahkan dan hilang. "ARGH! aku belum ngapa-ngapain nih!" kataku kesal "udahlah, sekarang, aku mau tanya nih, kamu ke sini sendiri?" tanya Sora "ng-nggak juga sih, aku ke sini sama temen, dari planet Hexa juga, kita ke sini mau ngalahin pemimpin-pemimpinnya. aku juga sebenernya ga tahu mana pemimpin paling tingginya, tapi kami cuma berniat untuk nyelamatin planet kita" kataku menjelaskan "Kalian pengen nyelamatin planet kalian hanya bermodal pengetahuan segitu?! ya ampun gitumah ga ada gunanya!" kata Sora "I-iya juga sih... Nah! untungnya aku ketemu kamu! kamu ikut ya!" kataku mengajak "Sebagai kepala anggota geng organisasi  Phantom Assassin, ini kewajiban anggota apalagi pemimpinnya. Kebetulan, tujuan kita sama, aku ikut" kata Sora "Phantom Assassin? apaan tuh?" tanyaku "Phantom Assassin adalah anggota yang tujuannya memakmurkan dunia yang tidak diketahui siapapun, padahal sudah ada beribu-ribu dari setiap negara dan sudah ada di seluruh dunia. Satu orang pun tidak tahu ada geng Phantom Assassin ini. Mereka semua mengira pembunuh bayaran dan lain-lain, sudah ditangkap oleh polisi, padahal tidak itu adalah kami. Polisi mengira mereka pergi atau berkelana ke suatu tempat padahal itu adalah kami, Phantom Assassin." jelas Sora. "Phantom Assassin, wow kalian sangat berjasa! sayangnya hanya kau yang tersisa, pemimpinnya. Baiklah, ayo!" kataku "oke" kata Sora. Kita pun berjalan menuju arah Pierre dan Sonia.

Thursday, April 25, 2013

Galaxy War part 6

Satu menit berlalu dan asap itu akhirnya terbuka saat kami lihat, semua imp sudah mati dan kami melihat suatu roket yang rusak dan pengendara roket itu adalah seorang petarung. Rambutnya yang gondrong berwarna coklat kehitaman, mukanya yang keren, bajunya berupa baju berwarna hitam dan jeans berwarna hitam dan pinggirannya putih juga memakai jas yang sangat panjang hingga dapat menyentuh tanah yang berwarna hitam. Pedangnya yang panjang dan sungguh keren tapi dia sudah setua kakakku. “S-s-s-si-siapa k-kau?” tanyaku yang berkata gagap karena kaget akan kehebatannya. “aku? Aku adalah maksudku, namaku adalah Amino dari negara terpencil Ho’ei. “Hah? Ho’ei? Aku belum pernah dengar negara Ho’ei”tanya Sonia “Karena negara ini tidak ada di planet kalian negara ini ada di planet Umoin nah, sekarang kalian harus pergi ke planet Umoin”. “Baiklah... Tapi, kenapa?” “sudahlah, ikut saja”. Kami pun mengikuti Amino. Selama perjalanan, kami saling bertanya antara kami dan kak Amino.
Bagian 3 Planet Ho'ei
“Sampai” kata kak Amino dengan lega “akhirnya....” kataku “ya, aku juga lega sekali” kata Pierre. Kami pun beristirahat dulu di rumah kak Amino. Kak Amino hanya sendiri di rumahnya jadi, kami tidak perlu terlalu malu. Saat kami semua bangun, kami ingin tahu alasan kami di suruh ke planet ini “kak, kenapa kami di bawa ke planet ini?” “Aku tahu di planet kalian sedang dalam bahaya jadi, sementara kakak bawa kalian dulu ke sini dan menceritakannya karena mungkin aku bisa membantu itu saja”jawab kak Amino. “ini, aku memberi kalian ini”kak Amino memberi jubah-jubah yang berbeda warnanya. “ini tanda karena kalian sudah mampu bertahan hidup di dunia kalian”. Aku mendapat jubah warna merah dan dibelakangnya ada gambar orang berteriak, dan Pierre abu-abu dan ada gambar besi dibelakangnya sementara Sonia, jubahnya berwarna biru dan belakangnya ada gambar es. “Bagaimana kakak tahu kekuatan-kekuatan kami?” tanya Sonia “Aku sudah menonton pertarungan kalian dari pertama sampai aku datang saat aku masih menonton, aku membuat jubahnya. “MENGAPA KAKAK TIDAK MEMBANTU DARI TADI??!!! KAMI BENAR-BENAR CAPEK!!!!” kata Pierre “aku hanya ingin melihat seberapa jauh kemampuan kalian lagi pula, masih untung aku menolong kalian daripada tidak” “oh, baiklah”jawabku. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendobrak pintu rumah kak Amino dengan kaki(dengan cara ditendang oleh satu kaki). “Berikan uang!!! Sebanyak-banyaknya!”. “Ice Prison!” kata Sonia. Penjahat itu, langsung terkurung di penjara es dan dia kebingungan. “Kerja bagus!!! Sonia!!! Ayo, sekarang kita langsung bawa dia ke penjara!”. Mereka pun membawanya ke penjara sementara aku dan Pierre menjaga rumah kak Amino.
Sementara itu.... di planet Bumi........ “Tolong! Tolong! Jangan bunuh aku! Aku masih muda! Tolong!” “Tidak berlaku untukmu.... makhluk BUMI!!!”. Penjahat itu pun yang berasal dari planet lain itu, langsung membunuh anak tidak bersalah itu. Di Bumi sedang ada kekacauan penjahat dari planet lain sedang menyerang di seluruh penjuru dunia Bumi. Aku pun, melihat berita itu dari TV channel news about other planet. Aku langsung merekamnya dengan handphone kak Amino yang dititipkan kepadaku. Saat kak Amino pulang, aku memperlihatkannya video yang aku rekam tadi. Setelah itu, kak Amino berkata “ayo kita selamatkan planet Bumi” “kapan?”tanyaku “ya udah pasti sekarang lah!”jawab Sonia. “Kau salah, Sonia pertama, kalian yang menyelamatkan dan... yang kedua... setelah kalian..... Mengalahkanku!!!!”kak Amino pun langsung bmenjadi ogre yang memakai pedang batu. “Se-sebenarnya.... k-kau ini apa??!!”tanya Pierre dengan takut. “Aku bukanlah Amino ataupun manusia... aku adalah penjahat yang ada di video yang tadi kamu rekam”jawab ogre itu dengan suara seram. “Baiklah! Deadly Scream!!!!” aku berteriak dengan suara super ngilu yang sangat keras dengan kekuatan emosiku. Ogre itupun kupingnya berdarah dan terjatuh. Sementara, Sonia dan Pierre tidak karena sudah kulindungi. “Ini kesempatanku untuk menyrang! Gigantic Punch!!!” Tangan Pierre pun menjadi raksasa dan berbahan dasar besi dia langsung memukul Ogre itu. Saat tinggal 56cm lagi, Ogre itu sudah siap-siap untuk menahan dengan pedang batunya. ‘DUUUAAARRRR!!!!!’ ternyata Pierre hanya mampu menghancurkan pedangnya saja. Sonia langsung spontan memberi serangan “Frosty Gas!!!” Sonia pun mengeluarkan gas es dari tangannya. Dia berniat untuk membekukan Ogre itu. Ternyata berhasil. Ogre itu menjadi beku. Pierre pun langsung menyerangnya lagi dengan Gigantic Punch. Kali ini berhasil. Ogre itu terlempar sampai membuat tembok rumah rusak dan bolong. Ogre itupun terlempar sejauh-jauhnya. Tetapi, pada saat itu, tiba-tiba ada gas hijau yang mengelilingi mereka. Dan gas-gas hijau itu langsung berubah menjadi imp-imp yang masih berwarna merah seperti waktu itu.
Tiba-tiba, Pierre berfikir lagi itukan, gas yang sama dengan apa yang aku lihat malam itu. Dan..... oh! Aku mengerti gas hijau yang malam itupun berubah menjadi imp! ‘kan saat aku dan kawan-kawan bangun, ada imp. Sekarang pun, ada gas hijau yang sama dan berubah menjadi imp! Baiklah! Aku mengerti! Pierre pun tersenyum serius. “Baiklah! Ayo! Kita seraaangg!!!”. Disini lah ladang pertempuran dimulai. Saat sudah selesai, aku membunuh 1.000 imp, Sonia 695 imp dan Pierre 6.000 imp. “hey! Lihat! Aku menemukan pedang yang dipakai Ogre itu yang sebelumnya adalah kak Amino!”. Ogre itupun kembali. “Aku akan mencoba menyatukan emosi marahku dengan pedang ini! “AAAAAAAAAAA!!!!!!!!!” teriakku yang terdengar sangat menyeramkan. Akupun melihat tubuhku yang berwarna merah menyala. “AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!”aku berteriak lagi dengan seram. Pedangnya menjadi lebih besar dan aku berwarna merah menyala. “AAAAAAAA!!!!!”teriakku yang seram sambil mengarahkan pedangku menuju ogre itu. Aku berhasil memotong tangan kanannya. “AAAARRRGGGGHHHHHHHH!!!!!!” teriak ogre itu kesakitan.tangan kirinya mengarah kepadaku. Akupun langsung memotong tangannya lagi. “Kerja bagus Isaac! Sekarang aku membantu! Steel spike!” teriak Pierre sambil menyerang ogre itu dengan jarum besinya yang mengarah ke ogre itu. “AAAAAAAAARRRRRRRGGHHHHHHHH!!!!!!”teriak ogre itu lagi kesakitan. “Berhasil! Giliranmu! Sonia!”teriak Pierre dengan senang “Baik! Frosty Gas!!!” Sonia mengeluarkan jurus Frosty Gas lagi. Ogre itu membeku. Aku langsung menyerangnya sebagai serangan terakhir “AAAAAAAAARRRRRGGGGGHHHHH!!!!!!!!!” aku menusuk perut ogre itu dengan pedangku. “O-ooorrggghhhh aaaaaaa” ‘BUG!’ suara jatuhnya keras. Warna tubuhku pun kembali dengan pelan dan, akupun terjatuh ‘bruk!’. Akupun langsung dibawa ke rumah sakit.
“uuhhh... ugh... a-ada-ada apa?.... aku.... dimana? Kita menang?.... atau aku sedang..... ada di dunia yang lain?.....”kataku lemas “lebay banget jadi orang! Kamu lagi ada di rumah sakit bro!” kata Pierre. “Jadi.... kita menang?”kataku lagi dengan lemas “Apa? Menang apa? Oh... lawan ogre itu..... iya, dia kalah. ‘kan kamu yang terakhir kali nyerang gimana sih?!” kata Sonia “oh.... OH! Iya ya..... duuuhh aku ini gimana sih?”. “Oh! Kau sudah bangun ya? Syukurlah.... sekarang tagihanny-“ kata suster yang kata-katanya terpotong oleh ku “Tagihan?! Oh iya! ‘kan kita di rumah sakit. Haduuhh! Gak punya duit lagi!”kataku panik “udah... udah.... aku punya duit kok makanya aku bawa kamu ke sini karena aku mampu menangani masalah ini!”kata Sonia. Masalah di rumah sakitpun selesai. “nyok! Kita ke bumi! Tujuan kita sekarang memberi pelajaran kepada orang itu! Dan mengembalikan planet! Serta orang-orangnya juga!” kata Sonia “Lho, emang kalo kita mengalahkan rajanya, planet kita serta orang-orangnya akan kembali? Tahu dari mana?” tanyaku “ogre yang masih menyamar menjadi kak Amino itu, memberitahuku saat di penjara.”kata Sonia “oh... yuk atuh! Demi planet Hexa!” kataku. “oh iya, jurus yang mengubahku itu akan kuberi nama The Madredman? Keren ‘kan? Huh? Huh? Huh?”kataku “iya deh iya.... nyok! Ke Bumi!”kata Pierre. Kitapun pergi ke Bumi dengan motor antargalaksi yang ada di garasi rumah ogre yang menyamar itu.

Wednesday, April 24, 2013

Galaxy War part 5



Beberapa detik kemudian.... kami bertemu perempuan paling pintar dan cantik di sekolah dia sedang menangis. Aku dan Pierre mendekatinya. “Hei! Bocah besi dan bakat kosong! Pergilah tinggalkan aku sendiri!” “Hei! Sonia! Aku sudah memiliki kekuatan tahu! Lagi pula kami hanya mencoba membantu! Sombong banget sih!” “Emangnya..... apa kekuatanmu, Isaac?” “Akhirnya ada yang menghargai namaku, kekuatanku adalah emosi emangnya kenapa huh?” jawabku dengan sebal tapi bersyukur karena namaku dihargai. “Wow, enggak apa-apa sih Cuma nanya doang”. Kami pun berbaikan disitu dan beristirahat sejenak. Saat malam hari, Pierre terbangun. “Uh, Isaac, Isaac, bangun oy! Yasudahlah dia tidur terlalu pulas”. Pada saat itu Pierre melihat sebuah gas berwarna hijau yang berada sangat jauh darinya. Diapun melihat gas itu terus menerus dan saat dia sadar bahwa itu sangat kurang kerjaan tapi memang misterius, dia lebih memilih tidur.
Saat kami semua terbangun, kami melihat banyak makhluk sebesar kami yang berwarna merah dan memiliki tanduk kecil. Mereka terlalu banyak dan saat itu juga, aku langsung berteriak sekeras mungkin “AAAAAA!!!!!!!!!” di satu arah, semua musuh telah terlempar. Kekuatanku butuh waktu 10 menit baru bisa dipakai lagi. Sonia pun mengeluarkan kekuatan es nya “Ice Shard!!!” dari tangannya keluar banyak serpihan-serpihan es yang tajam dan dingin yang telah mengenai kurang lebih sepuluh makhluk itu. Makhluk itu masih tersisa beribi-ribu. “Giliranku! Steel Punch!!!!” Tangan Pierre pun berubah menjadi besi yang sangat kuat dan dia berlari kearah musuh dan menonjoknya. Itu menghasilkan gelombang yang cukup besar. “Para Imp, serbuuuu!!!!!” mereka pun langsung menyerbu kami aku hanya menghajarnya dengan keahlian bertarungku sedangkan Sonia dan Pierre menggunakan kekuatannya. Sepuluh menit telah berlalu akupun mencoba berteriak lagi “AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!! Berhasil!” aku sudah menghabiskan sekaligus musuh-musuh yang menyerangku. Jadi, sekarang aku tinggal membantu Sonia dulu karena aku selalu ingat Ladies First yang berarti perempuan lebih dulu jadi, aku membantu Sonia dulu. Saat aku baru sampai, imp-imp itu berubah warna menjadi biru. Mereka sekarang, menjadi lebih cepat. Saat kita sudah agak lelah, mereka berubah lagi menjadi merah sekarang, mereka tidak cepat lagi, tapi kurasa kekuatannya lebih kuat dari saat mereka berwarna biru. “Isaac! Sonia! Aku tahu! Saat mereka berwarna merah, mereka akan mementingkan serangan sedangkan saat berwarna biru, mereka mementingkan kecepatan! Intinya, saat mereka berwarna merah, mereka lebih kuat sementara pada saat biru, mereka akan menjadi lebih cepat!”kata Pierre sambil bertarung. “Terima kasih informasinya!” jawabku sambil bertarung. Beberapa lama kemudian, mereka bertambah banyak dan menjadi berwarna ungu. Mereka sekarang lebih kuat dan cepat (merah + biru = ungu). “Mereka tidak ada habisnya!” kataku.
Tiba-tiba, ada ledakan yang sangat besar yang membuat semua imp terjatuh, asapnya pun sangat tebal hingga membuat kami benar-benar penasaran.