Satu menit berlalu dan asap itu akhirnya terbuka saat kami lihat, semua imp sudah mati dan kami melihat suatu roket yang rusak dan pengendara roket itu adalah seorang petarung. Rambutnya yang gondrong berwarna coklat kehitaman, mukanya yang keren, bajunya berupa baju berwarna hitam dan jeans berwarna hitam dan pinggirannya putih juga memakai jas yang sangat panjang hingga dapat menyentuh tanah yang berwarna hitam. Pedangnya yang panjang dan sungguh keren tapi dia sudah setua kakakku. “S-s-s-si-siapa k-kau?” tanyaku yang berkata gagap karena kaget akan kehebatannya. “aku? Aku adalah maksudku, namaku adalah Amino dari negara terpencil Ho’ei. “Hah? Ho’ei? Aku belum pernah dengar negara Ho’ei”tanya Sonia “Karena negara ini tidak ada di planet kalian negara ini ada di planet Umoin nah, sekarang kalian harus pergi ke planet Umoin”. “Baiklah... Tapi, kenapa?” “sudahlah, ikut saja”. Kami pun mengikuti Amino. Selama perjalanan, kami saling bertanya antara kami dan kak Amino.
Bagian 3 Planet Ho'ei
“Sampai” kata kak Amino dengan lega “akhirnya....” kataku “ya, aku juga lega sekali” kata Pierre. Kami pun beristirahat dulu di rumah kak Amino. Kak Amino hanya sendiri di rumahnya jadi, kami tidak perlu terlalu malu. Saat kami semua bangun, kami ingin tahu alasan kami di suruh ke planet ini “kak, kenapa kami di bawa ke planet ini?” “Aku tahu di planet kalian sedang dalam bahaya jadi, sementara kakak bawa kalian dulu ke sini dan menceritakannya karena mungkin aku bisa membantu itu saja”jawab kak Amino. “ini, aku memberi kalian ini”kak Amino memberi jubah-jubah yang berbeda warnanya. “ini tanda karena kalian sudah mampu bertahan hidup di dunia kalian”. Aku mendapat jubah warna merah dan dibelakangnya ada gambar orang berteriak, dan Pierre abu-abu dan ada gambar besi dibelakangnya sementara Sonia, jubahnya berwarna biru dan belakangnya ada gambar es. “Bagaimana kakak tahu kekuatan-kekuatan kami?” tanya Sonia “Aku sudah menonton pertarungan kalian dari pertama sampai aku datang saat aku masih menonton, aku membuat jubahnya. “MENGAPA KAKAK TIDAK MEMBANTU DARI TADI??!!! KAMI BENAR-BENAR CAPEK!!!!” kata Pierre “aku hanya ingin melihat seberapa jauh kemampuan kalian lagi pula, masih untung aku menolong kalian daripada tidak” “oh, baiklah”jawabku. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendobrak pintu rumah kak Amino dengan kaki(dengan cara ditendang oleh satu kaki). “Berikan uang!!! Sebanyak-banyaknya!”. “Ice Prison!” kata Sonia. Penjahat itu, langsung terkurung di penjara es dan dia kebingungan. “Kerja bagus!!! Sonia!!! Ayo, sekarang kita langsung bawa dia ke penjara!”. Mereka pun membawanya ke penjara sementara aku dan Pierre menjaga rumah kak Amino.
Sementara itu.... di planet Bumi........ “Tolong! Tolong! Jangan bunuh aku! Aku masih muda! Tolong!” “Tidak berlaku untukmu.... makhluk BUMI!!!”. Penjahat itu pun yang berasal dari planet lain itu, langsung membunuh anak tidak bersalah itu. Di Bumi sedang ada kekacauan penjahat dari planet lain sedang menyerang di seluruh penjuru dunia Bumi. Aku pun, melihat berita itu dari TV channel news about other planet. Aku langsung merekamnya dengan handphone kak Amino yang dititipkan kepadaku. Saat kak Amino pulang, aku memperlihatkannya video yang aku rekam tadi. Setelah itu, kak Amino berkata “ayo kita selamatkan planet Bumi” “kapan?”tanyaku “ya udah pasti sekarang lah!”jawab Sonia. “Kau salah, Sonia pertama, kalian yang menyelamatkan dan... yang kedua... setelah kalian..... Mengalahkanku!!!!”kak Amino pun langsung bmenjadi ogre yang memakai pedang batu. “Se-sebenarnya.... k-kau ini apa??!!”tanya Pierre dengan takut. “Aku bukanlah Amino ataupun manusia... aku adalah penjahat yang ada di video yang tadi kamu rekam”jawab ogre itu dengan suara seram. “Baiklah! Deadly Scream!!!!” aku berteriak dengan suara super ngilu yang sangat keras dengan kekuatan emosiku. Ogre itupun kupingnya berdarah dan terjatuh. Sementara, Sonia dan Pierre tidak karena sudah kulindungi. “Ini kesempatanku untuk menyrang! Gigantic Punch!!!” Tangan Pierre pun menjadi raksasa dan berbahan dasar besi dia langsung memukul Ogre itu. Saat tinggal 56cm lagi, Ogre itu sudah siap-siap untuk menahan dengan pedang batunya. ‘DUUUAAARRRR!!!!!’ ternyata Pierre hanya mampu menghancurkan pedangnya saja. Sonia langsung spontan memberi serangan “Frosty Gas!!!” Sonia pun mengeluarkan gas es dari tangannya. Dia berniat untuk membekukan Ogre itu. Ternyata berhasil. Ogre itu menjadi beku. Pierre pun langsung menyerangnya lagi dengan Gigantic Punch. Kali ini berhasil. Ogre itu terlempar sampai membuat tembok rumah rusak dan bolong. Ogre itupun terlempar sejauh-jauhnya. Tetapi, pada saat itu, tiba-tiba ada gas hijau yang mengelilingi mereka. Dan gas-gas hijau itu langsung berubah menjadi imp-imp yang masih berwarna merah seperti waktu itu.
Tiba-tiba, Pierre berfikir lagi itukan, gas yang sama dengan apa yang aku lihat malam itu. Dan..... oh! Aku mengerti gas hijau yang malam itupun berubah menjadi imp! ‘kan saat aku dan kawan-kawan bangun, ada imp. Sekarang pun, ada gas hijau yang sama dan berubah menjadi imp! Baiklah! Aku mengerti! Pierre pun tersenyum serius. “Baiklah! Ayo! Kita seraaangg!!!”. Disini lah ladang pertempuran dimulai. Saat sudah selesai, aku membunuh 1.000 imp, Sonia 695 imp dan Pierre 6.000 imp. “hey! Lihat! Aku menemukan pedang yang dipakai Ogre itu yang sebelumnya adalah kak Amino!”. Ogre itupun kembali. “Aku akan mencoba menyatukan emosi marahku dengan pedang ini! “AAAAAAAAAAA!!!!!!!!!” teriakku yang terdengar sangat menyeramkan. Akupun melihat tubuhku yang berwarna merah menyala. “AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!”aku berteriak lagi dengan seram. Pedangnya menjadi lebih besar dan aku berwarna merah menyala. “AAAAAAAA!!!!!”teriakku yang seram sambil mengarahkan pedangku menuju ogre itu. Aku berhasil memotong tangan kanannya. “AAAARRRGGGGHHHHHHHH!!!!!!” teriak ogre itu kesakitan.tangan kirinya mengarah kepadaku. Akupun langsung memotong tangannya lagi. “Kerja bagus Isaac! Sekarang aku membantu! Steel spike!” teriak Pierre sambil menyerang ogre itu dengan jarum besinya yang mengarah ke ogre itu. “AAAAAAAAARRRRRRRGGHHHHHHHH!!!!!!”teriak ogre itu lagi kesakitan. “Berhasil! Giliranmu! Sonia!”teriak Pierre dengan senang “Baik! Frosty Gas!!!” Sonia mengeluarkan jurus Frosty Gas lagi. Ogre itu membeku. Aku langsung menyerangnya sebagai serangan terakhir “AAAAAAAAARRRRRGGGGGHHHHH!!!!!!!!!” aku menusuk perut ogre itu dengan pedangku. “O-ooorrggghhhh aaaaaaa” ‘BUG!’ suara jatuhnya keras. Warna tubuhku pun kembali dengan pelan dan, akupun terjatuh ‘bruk!’. Akupun langsung dibawa ke rumah sakit.
“uuhhh... ugh... a-ada-ada apa?.... aku.... dimana? Kita menang?.... atau aku sedang..... ada di dunia yang lain?.....”kataku lemas “lebay banget jadi orang! Kamu lagi ada di rumah sakit bro!” kata Pierre. “Jadi.... kita menang?”kataku lagi dengan lemas “Apa? Menang apa? Oh... lawan ogre itu..... iya, dia kalah. ‘kan kamu yang terakhir kali nyerang gimana sih?!” kata Sonia “oh.... OH! Iya ya..... duuuhh aku ini gimana sih?”. “Oh! Kau sudah bangun ya? Syukurlah.... sekarang tagihanny-“ kata suster yang kata-katanya terpotong oleh ku “Tagihan?! Oh iya! ‘kan kita di rumah sakit. Haduuhh! Gak punya duit lagi!”kataku panik “udah... udah.... aku punya duit kok makanya aku bawa kamu ke sini karena aku mampu menangani masalah ini!”kata Sonia. Masalah di rumah sakitpun selesai. “nyok! Kita ke bumi! Tujuan kita sekarang memberi pelajaran kepada orang itu! Dan mengembalikan planet! Serta orang-orangnya juga!” kata Sonia “Lho, emang kalo kita mengalahkan rajanya, planet kita serta orang-orangnya akan kembali? Tahu dari mana?” tanyaku “ogre yang masih menyamar menjadi kak Amino itu, memberitahuku saat di penjara.”kata Sonia “oh... yuk atuh! Demi planet Hexa!” kataku. “oh iya, jurus yang mengubahku itu akan kuberi nama The Madredman? Keren ‘kan? Huh? Huh? Huh?”kataku “iya deh iya.... nyok! Ke Bumi!”kata Pierre. Kitapun pergi ke Bumi dengan motor antargalaksi yang ada di garasi rumah ogre yang menyamar itu.
No comments:
Post a Comment