Wednesday, April 24, 2013

Galaxy War part 5



Beberapa detik kemudian.... kami bertemu perempuan paling pintar dan cantik di sekolah dia sedang menangis. Aku dan Pierre mendekatinya. “Hei! Bocah besi dan bakat kosong! Pergilah tinggalkan aku sendiri!” “Hei! Sonia! Aku sudah memiliki kekuatan tahu! Lagi pula kami hanya mencoba membantu! Sombong banget sih!” “Emangnya..... apa kekuatanmu, Isaac?” “Akhirnya ada yang menghargai namaku, kekuatanku adalah emosi emangnya kenapa huh?” jawabku dengan sebal tapi bersyukur karena namaku dihargai. “Wow, enggak apa-apa sih Cuma nanya doang”. Kami pun berbaikan disitu dan beristirahat sejenak. Saat malam hari, Pierre terbangun. “Uh, Isaac, Isaac, bangun oy! Yasudahlah dia tidur terlalu pulas”. Pada saat itu Pierre melihat sebuah gas berwarna hijau yang berada sangat jauh darinya. Diapun melihat gas itu terus menerus dan saat dia sadar bahwa itu sangat kurang kerjaan tapi memang misterius, dia lebih memilih tidur.
Saat kami semua terbangun, kami melihat banyak makhluk sebesar kami yang berwarna merah dan memiliki tanduk kecil. Mereka terlalu banyak dan saat itu juga, aku langsung berteriak sekeras mungkin “AAAAAA!!!!!!!!!” di satu arah, semua musuh telah terlempar. Kekuatanku butuh waktu 10 menit baru bisa dipakai lagi. Sonia pun mengeluarkan kekuatan es nya “Ice Shard!!!” dari tangannya keluar banyak serpihan-serpihan es yang tajam dan dingin yang telah mengenai kurang lebih sepuluh makhluk itu. Makhluk itu masih tersisa beribi-ribu. “Giliranku! Steel Punch!!!!” Tangan Pierre pun berubah menjadi besi yang sangat kuat dan dia berlari kearah musuh dan menonjoknya. Itu menghasilkan gelombang yang cukup besar. “Para Imp, serbuuuu!!!!!” mereka pun langsung menyerbu kami aku hanya menghajarnya dengan keahlian bertarungku sedangkan Sonia dan Pierre menggunakan kekuatannya. Sepuluh menit telah berlalu akupun mencoba berteriak lagi “AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!! Berhasil!” aku sudah menghabiskan sekaligus musuh-musuh yang menyerangku. Jadi, sekarang aku tinggal membantu Sonia dulu karena aku selalu ingat Ladies First yang berarti perempuan lebih dulu jadi, aku membantu Sonia dulu. Saat aku baru sampai, imp-imp itu berubah warna menjadi biru. Mereka sekarang, menjadi lebih cepat. Saat kita sudah agak lelah, mereka berubah lagi menjadi merah sekarang, mereka tidak cepat lagi, tapi kurasa kekuatannya lebih kuat dari saat mereka berwarna biru. “Isaac! Sonia! Aku tahu! Saat mereka berwarna merah, mereka akan mementingkan serangan sedangkan saat berwarna biru, mereka mementingkan kecepatan! Intinya, saat mereka berwarna merah, mereka lebih kuat sementara pada saat biru, mereka akan menjadi lebih cepat!”kata Pierre sambil bertarung. “Terima kasih informasinya!” jawabku sambil bertarung. Beberapa lama kemudian, mereka bertambah banyak dan menjadi berwarna ungu. Mereka sekarang lebih kuat dan cepat (merah + biru = ungu). “Mereka tidak ada habisnya!” kataku.
Tiba-tiba, ada ledakan yang sangat besar yang membuat semua imp terjatuh, asapnya pun sangat tebal hingga membuat kami benar-benar penasaran.

No comments:

Post a Comment