Wednesday, April 24, 2013

Galaxy War part 2



Aku tidak sebangku dengan siapapun, aku duduk sendiri. Sekarang pelajaran pak Handsome. Aku dan satu kelasku memanggil dia pak Handsome karena dia suka sok-sok an ganteng terus dia guru bahasa inggris jadi Handsome dan aku tidak tahu nama aslinya jadi satu kelas 6A memanggil dia pak Handsome. Aku selalu tertawa saat memikirkan namanya. Pak Handsome masih belum datang, ada satu temanku yang bernama Pierre Awillson dia bertanya padaku sambil membawa tasnya “Isaac, mumpung pak Handsome belum dateng aku pindah tempat duduk jadi sama kamu ya?”. “Boleh gitu?”. “Banyak kok yang pindah tempat duduk. boleh ya? Cepet dong jawab berat nih!”. “O-oke deh”. Pak Handsome pun datang, aku termasuk orang terpintar sekelas tetapi, orang-orang tetap menjauhiku. Karena aku tidak memiliki kekuatan. Mereka pikir kalau tidak punya kekuatan tidak gaul & payah. Tapi, Pierre tidak memikirkannya. Pelajaran di sekolahku adalah B.Inggris, Sains kekuatan, Duel kekuatan, IPS, B.Ind (di Planet Hexa memakai B.Ind karena sangat bersahabat dengan Bumi terutama Indonesia), IPA, Matematika dan Teknologi. Saat kelas pak Handsome selesai, berlanjut ke pelajaran seterusnya terus-menerus sampai pulang.
Saat aku sudah pulang dirumah, aku lihat TV ada berita tentang penjahat tingkat salamander (bukan kakap lagi, saking tingginya tingkat penjahat itu,jadi, tidak tahu mau menamakan apalagi tingkat itu, jadi, mereka mengarang jadi tingkat salamander). Aku ganti channel TV lagi, beritanya sama. Ganti lagi sama lagi, saat sudahku ganti semua topiknya sama. “Hah?!”. Aku coba mananangkan diri, aku ingin melupakannya dengan cara bermain PS3 bersama adikku. Saat itu, aku asik sekali bermain dengan adikku. “Nak! Kerjakan tugasmu dulu!” kata ibuku. “Rot, Isa ngerjain tugas dulu ya...”kataku adikku hanya mengangguk. Adikku bernama Onison Faridzi. Dia sering kupanggil maerot karena dia sering kalah kalu bermain PS3 bersamaku. Akupun mengerjakan tugasku. Saat aku sudah menyelesaikan tugas, aku langsung tidur. Bangun-bangun, jam weker berbunyi lagi ‘KRIIINNGGG!!!!’. Akupun segera mematikannya. Masih jam 06.30. Aku sengaja memasang jam weker jam 06.30 karena aku harus belajar untuk ulangan. Aku langsung mandi saja sambil menunggu jam 06.50. aku berpikir untuk membalas perbuatan kakakku, aku pun memiliki rencana. Aku akan menakuti Jack dikamarnya. Tapi setelah kupikir, aku tidak akan melakukannya karena lebih menakutkan lagi kalau dia menghajarku dan mengadukannya ke ayah dan ibu. Akupun langsung pamit karena aku sudah berencana akan main dulu dengan Pierre tapi, bukan main biasa lihat saja nanti. Akupun diantar oleh kakakku yang kebetulan harus masuk subuh. Dijalan masih sepi dan dingin sekali dan aku tidak memakai jaket karena akan melakukan sesuatu yang ekstrim dengan Pierre.
“Hai, Pierre, sudah siap?”tanyaku. “Belum”jawabnya. “kenapa?” “yaudah siaplah masa belum?”. “oke” aku dan Pierre pun langsung menyiapkan dengan barang yang sudah kubawa. Yaitu : minyak, tali, ember. Sudah tahu ‘kan kita mau ngapain? Ya, benar kami akan menjahili orang. Kita akan menjahili Reg. jadi, kami akan pura-pura tidak tahu dan menuduh salah satu member geng-nya. “Hei, Isaac, lihat itu mobilnya Reg!”. “mana? Oh iya itu yuk buat sekarang! Kami langsung bersiap-siap. “nah, jadi deh!” “ssuuuuutt nanti ketahuan gimana sih!” “oh iya”.
Rencana kami berhasil. Reg kena ranjau super. Dia menyandung tali dan tali itu, menarik ember yang berisi minyak tanah.

No comments:

Post a Comment