Aku tidak sebangku
dengan siapapun, aku duduk sendiri. Sekarang pelajaran pak Handsome. Aku dan
satu kelasku memanggil dia pak Handsome karena dia suka sok-sok an ganteng
terus dia guru bahasa inggris jadi Handsome
dan aku tidak tahu nama aslinya jadi satu kelas 6A memanggil dia pak
Handsome. Aku selalu tertawa saat memikirkan namanya. Pak Handsome masih belum
datang, ada satu temanku yang bernama Pierre Awillson dia bertanya padaku
sambil membawa tasnya “Isaac, mumpung pak Handsome belum dateng aku pindah
tempat duduk jadi sama kamu ya?”. “Boleh gitu?”. “Banyak kok yang pindah tempat
duduk. boleh ya? Cepet dong jawab berat nih!”. “O-oke deh”. Pak Handsome pun
datang, aku termasuk orang terpintar sekelas tetapi, orang-orang tetap
menjauhiku. Karena aku tidak memiliki kekuatan. Mereka pikir kalau tidak punya
kekuatan tidak gaul & payah. Tapi, Pierre tidak memikirkannya. Pelajaran di
sekolahku adalah B.Inggris, Sains kekuatan, Duel kekuatan, IPS, B.Ind (di
Planet Hexa memakai B.Ind karena sangat bersahabat dengan Bumi terutama
Indonesia), IPA, Matematika dan Teknologi. Saat kelas pak Handsome selesai,
berlanjut ke pelajaran seterusnya terus-menerus sampai pulang.
Saat aku sudah pulang
dirumah, aku lihat TV ada berita tentang penjahat tingkat salamander (bukan
kakap lagi, saking tingginya tingkat penjahat itu,jadi, tidak tahu mau
menamakan apalagi tingkat itu, jadi, mereka mengarang jadi tingkat salamander).
Aku ganti channel TV lagi, beritanya
sama. Ganti lagi sama lagi, saat sudahku ganti semua topiknya sama. “Hah?!”.
Aku coba mananangkan diri, aku ingin melupakannya dengan cara bermain PS3
bersama adikku. Saat itu, aku asik sekali bermain dengan adikku. “Nak! Kerjakan
tugasmu dulu!” kata ibuku. “Rot, Isa ngerjain tugas dulu ya...”kataku adikku
hanya mengangguk. Adikku bernama Onison Faridzi. Dia sering kupanggil maerot
karena dia sering kalah kalu bermain PS3 bersamaku. Akupun mengerjakan tugasku.
Saat aku sudah menyelesaikan tugas, aku langsung tidur. Bangun-bangun, jam
weker berbunyi lagi ‘KRIIINNGGG!!!!’. Akupun segera mematikannya. Masih jam
06.30. Aku sengaja memasang jam weker jam 06.30 karena aku harus belajar untuk
ulangan. Aku langsung mandi saja sambil menunggu jam 06.50. aku berpikir untuk
membalas perbuatan kakakku, aku pun memiliki rencana. Aku akan menakuti Jack
dikamarnya. Tapi setelah kupikir, aku tidak akan melakukannya karena lebih
menakutkan lagi kalau dia menghajarku dan mengadukannya ke ayah dan ibu. Akupun
langsung pamit karena aku sudah berencana akan main dulu dengan Pierre tapi,
bukan main biasa lihat saja nanti. Akupun diantar oleh kakakku yang kebetulan
harus masuk subuh. Dijalan masih sepi dan dingin sekali dan aku tidak memakai
jaket karena akan melakukan sesuatu yang ekstrim dengan Pierre.
“Hai, Pierre, sudah
siap?”tanyaku. “Belum”jawabnya. “kenapa?” “yaudah siaplah masa belum?”. “oke”
aku dan Pierre pun langsung menyiapkan dengan barang yang sudah kubawa. Yaitu :
minyak, tali, ember. Sudah tahu ‘kan kita mau ngapain? Ya, benar kami akan
menjahili orang. Kita akan menjahili Reg. jadi, kami akan pura-pura tidak tahu
dan menuduh salah satu member geng-nya. “Hei, Isaac, lihat itu mobilnya Reg!”.
“mana? Oh iya itu yuk buat sekarang! Kami langsung bersiap-siap. “nah, jadi
deh!” “ssuuuuutt nanti ketahuan gimana sih!” “oh iya”.
Rencana kami
berhasil. Reg kena ranjau super. Dia menyandung tali dan tali itu, menarik
ember yang berisi minyak tanah.
No comments:
Post a Comment