Wednesday, April 24, 2013

Galaxy War part 4



Dia tidak menanyakan siapa yang menjahilinya tapi, dia langsung menangis dan pulang lagi. Dan, pada saat itu juga, aku terbangun. Ternyata rencana-rencana dan kakakku pergi subuh itu hanya mimpi.
Aku langsung siap-siap dan sarapan seperti hari biasa. Tapi, saat itu, di semua daerah terkena ledakan. Semua orang pergi lari terbirit-birit. Seperti yang sudah mau selesai ya ceritanya? Padahal, ini hanya awalan dari petualanganku. Semua rumah hancur. Berjuta-juta orang terlempar karena ledakan dan entah kemana. Saat semuanya sudah gersang & hitam yang kulihat hanya ada Pierre yang berlari ke arahku sambil mengais dan mengusap air matanya. Dia berteriak dengan suara tangisan “ISAAAC!!!! Tolong, tolong tenangkan aku, bantu aku, AARRRGGHHH!!!!!! AYAH! IBU! KAKAK!!” dia pun terjatuh dan menangis. Dia sudah tidak berdaya. Akupun mendekatinya dan mencoba menenangkannya. “Isaac, tolong aku....” “......”. aku hanya bisa mengusap punggungnya dan hanya bisa berkata “sabar, sabar”. “Isaac.... Bagaimana... Bagaimana aku bisa sabar kalau keadaanya seperti ini?????” “Maaf Pierre, yang aku bisa katakan hanyalah itu” “Bagaimana kau..... Bisa setenang itu pada saat keluargamu tiada? Tolong.... Beritahu aku caranya....” “Aku mencoba tetap teguh dan tidak mena-“ pada saat itupun, air mataku jatuh setetes. “Aku, akan mencari yang lain. Denganmu maukah kau membantuku? Pierre?” dia mengangguk sambil mengusap seluruh air matanya. Tak lama kemudian, kami menemukan sebuah makanan dan kami beristirahat di situ. 
Kami melihat makhluk seperti Ogre(makhluk berbadan besar & gendut biasanya sih, warna hijau). Kami langsung lari karena kami terlalu takut Ogre itu tiba-tiba melihat kami dan mengejar kami dengan kecepatan maksimumnya. “WAAAAAHHH!!! LARIII!!!!” kata Pierre. “RRROOAAARRR!!!!” Ogre itu mengamuk dan dia melemparkan bola api dari mulutnya. “Pierre!!! Tolong aku” Pierre pun langsung mengeluarkan kekuatan besinya dan melindungi aku dan Pierre. “*Fuuuuhh*” nafasku berhembus dan akupun mengelap keringat yang sudah aku keluarkan. Dia langsung menghancurkan benteng besi itu dan akan mengeluarkan bola api lagi. Kali ini kami pasti akan kena bola api itu karena, Pierre pun sudah terjatuh dan tidak akan sempat membangun benteng lagi.
Tapi, pada saat itu tiba-tiba  aku mengeluarkan suara yang sangat keras dan membuat kuping sakit “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku. Suaraku berhasil menghancurkan bola api itu dan menghancurkan Ogre raksasa itu. Akupun terjatuh dan duduk lagi pada saat itu Pierre melihatku dengan mata sedikit melotot dan mulut menganga. Akupun tersenyum kepada Pierre dan Pierre pun berhenti bengong dan sama-sama tersenyum. “Kau... Sudah menemukan kekuatanmu, Isaac.” “WOOOOHHOOOOOO!!!!!!! AKU MENEMUKAN KEKUATANKU!!!!!!” “Dan aku tahu apa kekuatanmu, keluatanmu adalah..... Emosi” “Emosi? Artinya aku bisa mengendalikan apa? Coba jelaskan” “Jadi, saat tadi tanpa sadar, kau menambahkan emosi tegangmu dan saking tegangnya, kau mengeluarkan emosi yang sangat berlebihan itu jadi kau bisa teriak sangat keras. Kau pun bisa mengubah emosi orang, jadi intinya, kau bisa mencuci otak. Maksudku jurusmu adalah jenis jurus pencuci otak karena bisa mengubah atau menambahkan emosi tapi, kurasa dalam level kekuatanmu kau hanya bisa mengubah atau menambahkan emosi dirimu sendiri saja” “...... Wow, keren..... jadi, kalau aku tahu kekuatanku dari tadi aku bisa membuatmu menjadi tidak bersedih lagi” “Yap, tepat sekali”. Aku dan Pierre pun berjalan dengan penuh semangat.

No comments:

Post a Comment